14.2.24

Hikmah.

Terkadang Tuhan mengabulkan sesuatu yang bukan kita inginkan, tetapi yang kita butuhkan.


6.1.24

Abnormal.

Dingin adalah musuh alami saya.

Tubuh saya sangat tidak bisa beradaptasi dengan udara dingin. Oleh karenanya awal tahun ini saya sudah tumbang duluan akibat musim hujan berhari - hari yang melanda.

Entah kenapa tubuh saya tidak begitu bersahabat dengan suhu dingin. Untuk ruangan berpendingin udara, 25 derajat celcius adalah batas nyaman saya. Di bawah itu tubuh saya sudah menunjukkan tanda - tanda perlawanan.

Bukan berarti saya serta merta anti udara dingin. Untuk durasi 2 - 3 jam, saya masih bisa beradaptasi. Tetapi untuk waktu yang cukup lama, rasanya imun saya menurun dan kemudian drop. Seperti saat ini.

Makanya saya lebih suka suhu ruangan, hangat, atau bahkan panas sekalipun (untuk pilihan terburuk).

Sepertinya wajar jika jatuh sakit karena cuaca dingin. Mungkin banyak juga yang seperti itu. Namun ada juga beberapa sakit aneh yang saya alami.

Pernah di suatu waktu kepala saya seperti hang. Sakit seperti mau pecah kalau diajak berpikir. Sepertinya stress berat. Baru kembali normal setelah 2 atau 3 hari saya full istirahat. Tidak banyak mikir dan tidur yang panjang. Setelah itu baru otak saya seperti reset kembali dan mau diajak berpikir seperti sedia kala.

Itu belum terlalu aneh.

Saya juga pernah mengalami syndrome benci masakan. Sebelumnya saya demam dan muntah - muntah. Kemudian anehnya saya tidak bisa mencium bau masakan. Baik itu orang lagi masak ataupun masakan yang sudah jadi.

Rasanya mual dan membuat saya ingin muntah. Beberapa kali saya coba paksakan untuk makan, namun kembali saya muntahkan.

Akhirnya selama seminggu lebih saya hanya makan rebusan kentang, telur juga buah - buahan. Makanan yang hanya diterima oleh perut saya.

Aneh memang.

4.1.24

Memori.

 

Memori itu masih tersimpan dengan rapi.

Saya rasanya baru bangun di tahun 2024 ini. Telat sepertinya. 

Pergantian tahun bukanlah sesuatu yang spesial buat saya, even my birth date. It just a same another day.

Terdengar membosankan bukan?. Saya juga sudah lupa kapan saya mulai meninggalkan perayaan - perayaan dalam kalendar hidup saya.

Semua berlalu begitu saja, naturally.

Melewatkan bukan berarti melupakan. Tahun - tahun yang telah berlalu tetap saja meninggalkan masa - masa yang berkesan. Yang tak terlupakan.

Kita semua punya masa - masa berkesan.

Dan kita menyebutnya dengan kenangan.

23.11.23

Ketenangan.

Beberapa waktu yang lalu saya sempat berkunjung ke kantor lama. Banyak yang berubah, semakin besar, semakin banyak pegawainya. Tidak seperti dulu waktu pertama berdiri.

Satu hal yang belum berubah, suasananya. Entah kenapa berada beberapa menit saja membuat saya merasakan memori lampau sewaktu disini. Masih terasa sama.

Keheningan, ketegangan, stress masih menyelinap antara meja dan jendela.

Jujur saya tidak sanggup untuk kembali ke masa masa itu.

Sudah beberapa tahun belakangan saya mengambil jalan sebagai seorang freelancer. Walaupun tak sebanyak penghasilan dulu, namun saya mendapatkan hal yang lebih berharga, yaitu ketenangan.

Hal yang tak saya dapatkan waktu berada di tempat sebelumnya. Jantung saya tidak berdegup kencang lagi. Tidak ada rasa was was lagi. Pikiran saya tidak stress berlarut larut lagi. 

Semuanya tak terganti oleh materi.

Mungkin ini adalah tujuan hidup saya. Seperti yang ditanya oleh Park Choi di awal blog ini dibuat, apa yang ingin saya lakukan? 

Saya ingin hidup tenang.

Mengelola sebuah toko kue kecil ataupun studio sendiri, merawat tanaman di pagi hari, memberi makan koi di sore hari. Belajar melukis di waktu senggang. Itu yang ada di benak saya saat ini.

Memangnya boleh se-mengkhayal begini?


Photo by the blowup on Unsplash


emerge © , All Rights Reserved. BLOG DESIGN BY Sadaf F K.